PELATIHAN GURU KREATIF SISWA RESPONSIF

Senin, 5 Oktober 2015 SMPK PENABUR Kota Wisata telah mengadakan pelatihan Guru Kreatif Siswa Responsif dengan pembicara Dr. Kissumi Dwiyananingsih. Pelatihan ini bertujuan untuk menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu dan mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.

Pelatihan ini diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ibu Kus, kemudian ice breaking dipandu oleh Ibu Kissumi. Guru dan karyawan dibagi ke dalam 8 kelompok asal dan masing – masing kelompok terdiri dari 4 orang kelompok ahli. Dengan topik pemanasan global, kelompok ahli A yaitu penyebab pemanasan global, kelompok ahli B yaitu dampak I pemanasan global, kelompok C yaitu dampak II pemanasan global, dan kelompok D yaitu pengendalian pemanasan global. Pada pelatihan ini Ibu Kissumi mempresentasikan penggunaan Pemodelan Pembelajaran Kooperatif yaitu metode Jig Saw dengan cara simulasi. Para peserta yaitu guru dan karyawan sebagai peserta didik dan Ibu Kissumi sebagai fasilitator/pendidik.

Simulasi pengajaran metode Jig Saw ini terdiri dari 3 tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan refelksi (penutup). Pendahuluan bedurasi 10 menit dimana fasilitator menyampaikan tujuan dan pertanyaan pendahuluan pada peserta dan penjelasan metode Jig Saw yang dipakai dalam kegatan pembelajaran. Selain itu fasilitator memberitahukan tugas dan penialain yang akan diambil dari kegiatan pembelajaran ini. Kegiatan inti berdurasi 80 menit yaitu pemodelan metode Jig Saw. Penutup (refleksi) berdurasi 10 menit, peserta merefleksi kegiatan hari itu.

Kegiatan pendahuluan pada pembelajaran kooperatif peserta diharapkan bisa saling berinteraksi: aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Tidak hanya itu peserta juga diharapakan dapat mengembangkan kecakapan hidup lewat beriteraksi secara berkelompok. Dalam kegiatan inti fasilitator meminta peserta membentuk kelompok asal dimana masing-masing anggota kelompok memiliki peran tersendiri (Kelompok ahli A, B, C dan D) dan membaca pengantar. Aktivitas selanjutnya setiap ahli dalam satu kelompok pindah ke kelompok ahli masing-masing sesuai dengan topik contohnya ahli A berkumpul dengan ahli A elompok lain membaca dan diskusi topik bidang keahliannya.masing-masing. Masing-masing anggota kelompok ahli membuat media presentasi yang mudah dimengerti contohnya gambar, min map, bagan atau deskripsi. Setelah itu masing-masing anggota ahli kembali ke kelompok asal dan mempresentasikan hasil diskusi tersebut keseluruh anggota kelompok asal. Setelah itu Ibu Kissumi mengkonfirmasi pemahaman peserta dengan tentang materi yang diberikan dengan memberikan pertanyaan kepada setiap peserta yang bukan ahli dibidang topik yang didiskusikan dan mengklarifikasi penjelasan peserta yang kurang lengkap. Aktivitas selanjutnya fasilitator memberikan 3 pertanyaan tentang kegiatan penyebab, dampak, penangulangn pemanasan global yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Hasil diskusi ditulis dan dikomentari oleh kelompok lainnya. Kegiatan penutup (refleksi) fasilitator mengajak atau mendorong peserta untuk menyimpulkan materi yang dibahas dan juga mengemukakan perasaan mereka dan rencana kedepannya setelah mempelajari materi tersebut serta mengingatkan tugas individu yang harus dukumpulkan.

Penerapan pembelajaran kooperatif perlu memperhatikan hal-hal berikut ini agar dapat terlaksana secara efektif yaitu adanya kesalingtergantungan yang positif (positive interdependence) atau semua anggota dalam kelompok saling bergantung dalam mencapai tujuan kelompok dan tugas kelompok hanya bisa diselesaikan melalui kerja semua anggota kelompok. Adanya tanggung jawab pribadi (individual accountability) yang terwujud dalam kontribusi aktif tiap anggota kelompok. Ada tagihan kerja kelompok dan tagihan kerja individual. Komposisi anggota dalam kelompok sebaiknya heterogen meskipun kadang-kadang siswa boleh membentuk kelompok sesuai pilihan sendiri. Memilih bentuk pembelajaran kooperatif yang cocok dengan jenis tugas. Dengan kata lain secara tidak langsung pembelajaran tersebut mendorong seluruh peserta didik lebih responsif dan bertanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran.

Maka setelah pelatihan diharapkan guru SMPK PENABUR Kota Wisata untuk tidak bosan membaca bahan bacaan tentang pembelajaran kooperatif dan mencoba satu persatu jenis-jenis pembelajaran kooperatif. Selain itu, seluruh guru SMPK PENABUR Kota Wisata diharapkan dapat saling bertukar ide dan pengalaman dengan peserta lain tentang bentuk-bentuk pembelajaran kooperatif yang lainnya. Semakin banyak metode pembelajaran yang dikuasi pendidik akan membuat pendidik menjadi lebih kreatif dalam merancang setiap kegiatan pembelajaran. Dan hasilnya peserta didik menjadi tertarik, responsif dan bertanggung jawab dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekopoto1 poto2 poto4 lah.

poto3