Tutorial Group in Science Project-2 (waktunya panen..)

Pada tanggal 18 Febuari 2016, diadakan kegiatan Tutorial Group in Science Project yang kedua. Kegiatan ini tentang  Biologi, bertemakan “Menanam itu mudah, keren, dan menyenangkan.” Pembicara dalam kegiatan ini adalah Bapak Lalang dari Urban Farming Jakarta (BFJ).

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik  diajarkan tentang macam-macam pertanian. Pertanian tidak hanya dilakukan di desa yang umumnya memiliki tanah luas dan subur untuk bercocok tanam. Tetapi bisa juga dilakukan di perkotaan yang memiliki lahan sempit. Penanaman di perkotaan ini terdapat 4 macam yaitu Vertikultur, Aquaponik, Hidroponik, dan Tamanan Minimalis. Banyak negara seperti Inggris, America, atau Singapore yang telah menggunakan teknik penanaman seperti ini.

Kegiatan yang diikuti kelas 7 dan 8  ini, mengambil tema menanam, dengan cara vertikultur. Cara ini telah dipakai di beberapa sekolah di Jakarta. Menanam sawi secara vertikultur dapat menghasilkan berkilo-kilo sawi untuk kebutuhan sehari-hari. Pada kegiatan tersebut, peserta didik  SMPK PENABUR  Kota Wisata mendemonstrasikan menanam berbagai jenis tanaman secara vertikultur.

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyemai dan menanam benih tanaman.  Setiap kelompok mendapat bibit tanaman sawi, selada, kangkung, dan bayam. Mereka  harus memelihara dan merawat tanaman-tanaman tersebut sehingga tanaman tersebut tumbuh dengan subur dan bisa dipanen.

Adapun langkah-langkah menenam secara vertikultur yaitu,  pertama, kita menanamnya di sebuah pipa yang disusun ke atas dan dibuat lubang/ bolongan   berjarak. Di dalam bolongan tersebut terdapat tanah subur untuk menanam bibit tanaman. Langkah berikutnya kita mengisi bibit tanaman pada sebuah tempat dengan lingkaran cekung dengan tanah di dalamnya. Kita menaruh bibit tanaman tersebut di antara tanah itu dan menutupnya.

Setiap hari pada pagi dan sore hari mereka bertugas secara bergiliran merawat tanaman tersebut. Selain menyiram, mereka  juga memberi pupuk, vitamin, dan mengatur agar tanaman tersebut tidak terlalu banyak atau kurang kena sinar matahari.

Mereka  juga mendokumentasikan perkembangan tanaman tersebut setiap 2x sehari. Adapun kendala  dalam menanam vertikultur ini adalah lokasi sekolah yang berjauhan dengan lokasi tanaman dan padatnya pelajaran yang harus mereka jalani sehingga  harus saling mengingatkan untuk merawat tanaman.

Sampai saat ini tanaman yang mereka  rawat dapat tumbuh dengah subur dan kami pun siap untuk memanen hasil dari kebun vertikultura. Dari kegiatan ini,  diharapkan bisa menjadi contoh untuk bagi peserta didik untuk mulai menanam di rumahnya sendiri secara vertikultur walaupun pekarangan rumah mereka sempit. Menanam bisa dilakukan di tempat yang minim. Tidak hanya di sebuah lahan yang luas. Selamat mencoba menanam dengan cara vertikultur ini!

 

1 2 3 4 5